kismantoro.com, KISMANTORO–Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh orang perorangan atau kelompok yang bertujuan untuk mensejahterakan individu maupun kelompoknya, dan mendeskripsikan pemberdayaan UMKM di wilyah desa sebagai upaya usaha penanggulangan kemiskinan di desa.

UMKM memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. dan juga dalam tumbuhnya ekonomi serta tenaga kerja dan distribusi hasil pembangunan. UMKM Di Desa dipandang memiliki prospek masa depan yang baik yang berguna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pemerintah saat ini tengah getol mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di desa untuk maju hingga bersaing,dengan banyaknya jenis usaha yang ada di masyarakat tanpa adanya system tata kelola serta jejaring pemasaran hal tersebut menjadi kendala tersendiri.

Kemasan sambal saos yang siap dipasarkan (foto : edi)

Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Ngroto Kecamatan Kismantoro Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah yang merupakan salah satu binaan kelompok  dari Bank Indonesia (BI) memulai menggeluti usaha jenis produksi Saos sambal dengan mengambil brand ‘Saos Sambal Argo Sosro’ Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Ngroto yang beralamat Dusun Mendang, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah.

Dalam keterangannya, Reni Afrianti sekaligus pengurus Kelompok Wanita Tani Ngroto setelah melalui proses pelatihan dan lain-lain, pada bulan januari 2020 dimulai proses produksi yang secara bertahap bersama anggota mengunakan peralatan disesuaikan hasil pelatihan mampu memproduksi saos sambal yang tentunya bisa dikonsumsi penikmat saos sambal. Dan kedepannya produksi saos sambal Argo Sosro Desa Ngroto bisa diterima konsumen.

Anggota kelompok wanita tani saat meramu saos sambal (foto : edi)

Wagiman, Kepala Desa Ngroto menjelaskan bahwa kerjasama yang dibangun pemerintah Desa Ngroto dengan Bank Indonesia (BI) salah satu dari beberapa program kerjasamanya adalah usaha produksi pembuatan saos sambal yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Ngroto, guna meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Ngroto serta dalam upaya menciptakan lapangan kerja serta mengurangi pengganguran.

Terkait dengan legalitas beliau menyampaikan masih dalam tahap proses. “Untuk sementara produksi yang dihasilkan sesuai dengan pelatihan yang sudah diikuti oleh Pengurus Kelompok Wanita Tani Desa Ngroto”, tambahnya.

Hasil produksi saos sambal “argo sosro” kelompok wanita tani ngroto (foto : edi)

Sementara itu, di wilayah Desa Ngroto banyak sekali usaha masyarakat seperti dibangunnya wahana wisata oleh Pemerintah Desa Ngroto juga bagian kerjasama dengan BI “Embung Watu Gede”, dan produk rumahan jenis Opak (lempeng) “romeo” dan lain-lain.

Namun hal yang mendasar menjadi hambatan terkait pemasaran dan promosi produk lokal yang bisa diakses oleh masyarakat luas tentunya dengan perkembangan diera jaman digital dan tekhnologi saat ini, tidak sulit untuk melakukan promosi mengenalkan produk lewat media. Selamat berinovasi. [edi]