Awal tahun ini Musyawarah Dusun (Musdus) dilima dusun di Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, telah dilaksanakan secara bergilir atau berpindah-pindah tempat dari dusun ke dusun, yang dimulai dari dusun Miri pada 29 Januari 2020 bertempat di balai desa Gedawung, yang kedua dusun Manglu pada 30 Januari 2020 yang bertempat di Gedung PAUD Manglu.

Yang ketiga dusun Klampisan pada 31 Januari 2020 berlokasi di rumah Darmo, warga setempat (RT. 01/05), dan yang keempat dusun Joho pada 01 Februari 2020 di rumah Kamin penduduk setempat (RT. 02/08), serta yang terakhir didusun Kikis pada 03 Februari 2020 di balai dusun Kikis.

Musdus kali ini beda dengan musdus sebelumnya karena perencanaan Musdun ini akan digunakan sebagai bahan kajian untuk enam tahun mendatang, pada periode kepala desa Untung Nugroho, yang kini sedang menjabat.

Tujuan dilaksanakannya Musdus yaitu untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan- permasalahan yang ada dilingkungan dusun, yang mencakup pada bidang sosial-budaya, ekonomi produktif warga, dan sarana prasarana fisik lingkungan, berikut alternatif solusi atau pemecahan masalahnya.

Jadi aspirasi warga dusun bisa diserap dan diajukan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta pemerintah Desa, dan kemudian menetapkan usulan-usulan kegiatan prioritas pembangunan yang akan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan Forum Musrenbang Desa nantinya.

Hadir dari setiap kesempatan ini kepala desa Gedawung yang baru saja menjabat, Untung Nugroho, Sekretaris Desa (Carik) Parji, perangkat desa lainnya, Bidan Desa, Ketua BPD, Ketua Bumdes, Ketua Gapoktan, perwakilan pemuda, kader PKK dan tiga orang perwakilan dari masing-masing RT didusun tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Untung Nugroho menyampaikan banyak-banyak terimakasih kepada warga masyarakat dusun yang ikut menghadiri acara musdus ini, dan menghimbau kepada para pemuda dan pemudi untuk ikut aktif dalam kegiatan musyawarah yang diadakan oleh desa maupun dusun, agar para pemuda bisa memahami dan belajar berorganisasi kemasyarakatan, karena pemuda dan pemudi adalah generasi penerus yang suatu saat bisa menjadi calon pemimpin desa.

Tidak lupa, Kepala Desa juga menekankan kepada semua warga masyarakat melalui perwakilan RT untuk mengajukan jalan yang belum dirabat dilingkungannya masing-masing, ia berharap kepada semua warga untuk ikut bersama-sama untuk membangun desa selagi masih ada kucuran dana dari pemerintah guna memaksimalkan pemanfatan dana desa tersebut secara profesional dan proporsional guna untuk kemajuan Desa Gedawung. [rey]

Tinggalkan Komentar