kismantoro.com, KISMANTORO–Dalam musyawarah kampung KB Ngroto Asri yang dihadiri koordinator PLKB Bagus Setio Utomo, S.Psi, Sigit Rahadi sebagai nara sumber dan anggota UPPKS Dusun Ngroto yang bertempat dirumah Kepala Dusun Ngroto, Sukatno, pada Selasa 28 Januari 2020, kemarin.

Saat pembukaan musyawarah tersebut, Sukatno selaku Ketua Kampung KB Ngroto Asri Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, menerima bibit anggur sejumlah 740 buah dari Sigit Rahadi. Sebelumnya, semua anggota masyarakat Kampung KB Ngroto Asri telah sepakat untuk mengembangkan tanaman anggur di Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Selanjutnya, 400 bibit tersebut dipindah ke poliback yang lebih besar yang kemudian akan ditanam atau dikembangkan di grand house (GH) masing-masing kelompok. Walaupun saat ini green house masih dalam pengerjaan dan belum 100% jadi, namun sudah bisa digunakan untuk menanam anggur tersebut.

Koordinator PLKB Kecamatan Kismantoro, Bagus Setio Utomo, S.Psi., menyampaikan bahwa Kampung KB Ngroto Asri harus mempunyai unggulan yang bisa dikembangkan di Desa Ngroto khususnya dan Kecamatan Kismantoro atau bahkan Kabupaten Wonogiri pada umumnya.

“Pada tahun 2020 ini kampung KB harus mempunyai icon unggulan melalui kelompok UPPKS sebagai pengelola kelompok, UPPKS Kartini grapes, pengurus RT, Gapoktan untuk mengembangkan lahan yang nantinya akan dibantu bapak Sigit Rahadi dalam pembibitan buah anggur,” kata Bagus Setio Utomo.

Dalam rangka pengembangan tanaman buah anggur ini, disetiap rumah diwajibkan menanam anggur, dengan harapan berkembangnya anggur di Desa Ngroto jumlah bisa lebih banyak lagi, karena sementara waktu di green house masing-masing kelompok sementara ini yang sudah hidup dan tumbuh kisaran 20 bibit anggur.

Sementara itu, Sigit Rahadi berpesan kepada kelompok KB untuk mengembangkan dan selalu berkoordinasi dalam perawatan anggur yang tergolong tanaman baru di Desa Ngroto. Sigit Rahadi juga memaparkan untuk perawatan buah anggur ini lumayan exstra karena dimusim hujan yang kelembapannya tidak setabil, harus sering dicek, tanaman anggur ini rawan kena penyakit jamur yang bisa bersarang di batang bahkan di daunya, ia juga berpesan jika sudah ada tanda-tanda terserang jamur, untuk segera dikasih obat semprot guna mematikan jamur tersebut.

“Selain itu, anggur memiliki nilai jual ekonomis yang cukup lumayan, sehingga bisa untuk meningkatkan ekonomi warga Ngroto sendiri“, jelasnya.

Ditempat lain, Embung Watu Gedhe, terletak tidak jauh dari lokasi pertemuan musyawarah tersebut, juga akan ditanam sebanyak 300 bibit anggur pada bulan Maret mendatang, dan rencananya akan launching, karena kebetulan sekali Embung Watu Gedhe merupakan salah satu ikon wisata di Desa Ngroto yang terus dikembangkan oleh pemerintah desa setempat. Guna pelaksanaan launching penanaman 300 bibit anggur di lokasi embung, saat ini sudah dipersiapkan media tanam seperti sekam, pupuk dan lain sebagainya. [didik nh]

Tinggalkan Komentar