kismantoro.com, WONOGIRI–Kabupaten Wonogiri tidak hanya tenar dengan sebutan Kota Gaplek, beberapa destinasi wisata yang unik serta menawan, turut meramaikan kunjungan wisata ke kota ini. Dan tak ketinggalan, kuliner atau jajanan tradisional ikut andil menarik pengunjung dari luar Wonogiri. Salah satunya adalah jenang atau bubur sum-sum, yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Wonogiri, apalagi dengan cita rasa tradisionalnya yang sangat nikmat, hingga hari ini masih sangat diminati masyarakat.

Sosok perempuan paruh baya Sumini (56 th) yang berprofesi sebagai penjual jajanan tradisional, menempati salah satu los yang tidak begitu luas di pasar tradisional “Klithik“ Pasar Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Ia salah satu dari sekian pedagang jajanan tradisional di pasar ini yang masih menjual jenang sumsum.

Tidak hanya itu saja, Sumini juga menjual jajanan tradisional lainnya, yaitu jenang Grendul, bubur Ketan Hitam dan Jenang Cenil serta Bubur Mutiara. Setiap hari pasaran Wage dan Legi, Sumini ikut meramaikan petualangan para pembeli jajanan di pasar ini, ia membuka kedainya sejak pagi hari yang selalu ramai dibanjiri para pelanggan, baik yang datang dari masyarakat sekitar Kismantoro maupun dari luar wilayah Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

Selain berupaya melestarikan jajanan tradisional, yakni selalu menjual jajanan tempo dulu, Sumini yang tinggal berdua bersama sang suami, ternyata juga menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Pasalnya, sang suami sedang menderita sakit, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sumini lah yang mencari nafkah.

Menurut keterangan Nuri (27 th), salah satu  putri Sumini, terpaksa harus merantau bekerja di Kalimantan Tengah, melalui sambungan telepon, Nuri menjelaskan bahwa ibunya menjadi sosok tulang punggung bagi keluarganya, karena suami sekaligus ayahanda Nuri sudah sejak lama menderita sakit. “…maka ibu yang berusaha mencari nafkah dan saya merantau ke Kalimantan Tengah, juga untuk membantu berobat orang tua“ terang Nuri.

Pasar tradisional “Klithik“ atau Pasar Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah terletak ditepi jalan raya, rute yang menghubungkan dua propinsi, yakni dari arah Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah menuju Pakisbaru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Atau tepatnya, sekitar satu kilometer dari Kantor Kecamatan Kismantoro.

Nah…bagi anda yang sempat melintas jika hendak bepergian ke Monumen Panglima Besar Jendral Sudirman di Pakisbaru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, anda akan melewati Pasar Kismantoro dan tidak ada salahnya jika anda meluangkan waktu untuk mampir dan mencoba mencicipi jajanan tradisional buatan Sumini, di Kedai Jenang Sum-Sum “Mbok SUM”. Karena di pasar tradisional, tak heran jika harga yang dipatok cukup murah. Untuk jenang sum-sum sendiri, satu porsi atau satu mangkuk anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 2.000,- saja, sangat murah bukan?

*sumber : batas.id

Tinggalkan Komentar