kismantoro.com, PACITAN–Jembatan Sidodadi di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan ambrol pada Selasa (3/3/2020), dini hari. Tepatnya di kampung Ndoro yang menghubungkan jalur ke arah Desa Bangunsari Kecamatan Bandar dan ke Dusun Setren Desa Lemahbang Kecamatan Kismantoro Wonogiri.

Hal tersebut terjadi karena hujan yang turun terus menerus sepanjang hari yang mengakibatkan banjir dengan volume air yang tinggi dan deras.

Warga terpaksa harus menyeberangi sungai karena jembatan yang biasa digunakan ambrol (foto : amb)

Jembatan dengan panjang 6 m dan lebar 4 m tidak kuasa menahan terjangan air yang deras sejak pagi hingga malam hari.

Akibat ambrolnya jembatan tersebut mengakibatkan 24 kepala keluarga di RT. 01 RW. 19 Dusun Sidodadi Desa Jeruk Kecamatan Bandar terisolir.

SD N 5 Jeruk yang terdampak secara langsung akibat jembatan yang ambrol (foto : amb)

Mengingat Jembatan yang berada diperbatasan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pacitan tersebut merupakan satu-satunya jalur vital warga yang bermukim di kampung Ndoro Dusun Sidodadi menuju ke wilayah lain.

Selain mengakibatkan 24 kepala keluarga terisolir, terputusnya jembatan tersebut juga mengakibatkan akses ke sekolah SD Negeri 5 Jeruk dan ke SMP Negeri 4 Bandar menjadi tersendat.

Warga saling membantu untuk menyeberangi jembatan yang ambrol (foto : amb)

Untuk sementara waktu terlihat warga sekitar saling bantu membantu untuk menyeberangkan warga maupun pelajar yang melintas di jembatan yang saat ini kondisinya sangat membahayakan.

Hingga Rabu siang belum ada penanganan terkait ambrolnya jembatan tersebut. Warga pun berharap ada penanganan sekalipun darurat dari pihak terkait agar akses mereka satu-satunya ini dapat dilalui. [AMB]

*Sumber : Kabar Pacitan