kismantoro.com, KISMANTORO–Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Wonogiri, menggelar baksos pembagian 1.400 butir telur HE di Kecamatan Kismantoro beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan tersebut digelar IWAPI dalam misi mengemban amanah dari PT. Charoen Pokphand guna menyalurkan Program CSR bersama DPC IWAPI Wonogiri.

Baksos tersebut dimaksudkan untuk membantu mengurangi stunting di Kecamatan Kismantoro, yang menurut data dari hasil kunjungan rumah Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) oleh Puskesmas Kismantoro untuk delapan desa dan dua kelurahan di Kecamatan Kismantoro.

Data tersebut, salah satunya di Kelurahan Kismantoro ada sekitar 23 penderita balita stunting yang tersebar di empat lingkungan, yaitu Lingkungan Terbis, Mijil, Gadungan dan Ploso.

Tabita (tengah) saat menyampaiakn sambutan di tengah-tengah penerima baksos (foto : admin)

Baksos IWAPI dengan kegiatan berupa pembagian 1.400 telur HE, yang digelar di Kecamatan Kismantoro tersebut, merupakan baksos tahap yang kedua, setelah sebelumnya digelar di luar Kecamatan Kismantoro.

Hal tersebut disampaikan oleh Tabita Danar Rahmanto, selaku Ketua Umum IWAPI Kabupaten Wonogiri, yang disampaiakn di depan para penerima bantuan telur.

“Ini adalah kegiatan tahap yang kedua, sebelumnya, baksos yang sama dilaksanakan di luar Kismantoro”, kata Tabita.

“Kita berharap bersama, mudah-mudahan ada tahap yang ketiga, sehingga upaya membantu mengurangi stunting ini dapat lebih maksimal lagi”, imbuhnya.

Foto bareng pengurus iwapi dan penerima baksos usai acara (foto : admin)

Selain itu, Tabita juga mengajak kepada semua yang hadir untuk mencurahkan perhatian yang lebih ekstra kepada anggota keluarga, terutama ibu-ibu yang senantiasa merawat dan membimbing anak-anak yang masih balita, karena perhatian dan keuletan dalam merawat balita merupakan salah satu upaya pengurangan stunting.

Sementara itu, baksos selain digelar di Kelurahan Kismantoro, juga dilaksanakan di Kelurahan Gesing Kecamatan Kismantoro pada hari yang sama serta sasaran penerima yang sama, yakni para balita stunting, balita gizi kurang maupun balita gizi buruk. [goen]