kismantoro.com, KISMANTORO–Sampah? Pasti kebanyakan orang sudah tidak tertarik begitu mendengarnya bukan? Iya pasti, karena sampah identik dengan kotor, pecah, rusak, bau, tidak menyenangkan dan lain-lain. Setiap hari sampah dihasilkan dari warga masyarakat baik itu dari rumah tangga, toko, warung, sekolah, kantor, pasar, lapangan olahraga, jalan umum bahkan di saluran atau sungai sekalipun pasti banyak dijumpai sampah.

Hari ke hari sampah yang dihasilkan pasti semakin bertambah banyak dan menimbulkan permasalahan, seperti menimbulkan bau , kotor, pemandangan tidak sedap, biang sumber penyakit dan sebagainya. Akhirnya muncullah ide gagasan dari Pendamping Sosial PKH untuk pembuatan bank sampah di salah satu Kube Kelurahan Gesing binaan PKH Kecamatan Kismantoro yaitu Bank Sampah Mutiara Sari, yang berlokasi alamat di Lingkungan Cingklok RT. 04 RW. 06 Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri dengan semboyannya yaitu sampah kalian adalah mutiara bagi kami.

Album kegiatan Bank Sampah Mutiara Sari Kismantoro (foto : agus)

Bank Sampah……Konsepnya adalah seperti bank, yaitu nasabah menabung atau menyimpan, akan tetapi nanti saat nasabah melakukan penarikan/pengambilan tabungan sudah diwujudkan dalam bentuk uang. Pengurus bank sampah yang mengelola tabungan nasabah berusaha belajar biar sama seperti petugas bank pada umumnya. Pengurus bank sampah menyediakan kelengkapan administrasi nasabah dan melakukan pencatatan rutin setiap kali ada transaksi nasabah.

Pengurus menyediakan kartu tabungan untuk nasabah bank sampah, agar nasabah bisa melihat dan mengecek setiap saat berapa nilai tabungan yang sudah terkumpul. Pengambilan atau penarikan tabungan bisa dilakukan setiap saat dengan syarat sudah ada saldonya. Penyetoran tabungan sampah bisa dilakukan oleh nasabah setiap hari, bahkan untuk menarik para nasabah baru atau nasabah yang akan menabung sampah dalam jumlah besar pengurus bank sampah melakukan terobosan inovasi dengan sistem jemput bola, menjemput ke rumah atau tempat nasabah.

Kegiatan pemilahan sampah sebelum dijual (foto : agus)

Nasabahnya adalah warga masyarakat sekitar lokasi bank sampah, baik rumah tangga, warung, toko, bengkel atau perkantoran. Petugas bank sampah yang melayani nasabah melakukuan penimbangan sampah dan pencatatan di kartu tabungan masing-masing

Sampah yang sudah terkumpul selanjutnya dipilah-pilah sesuai macamnya, karena harganya sangat bervariasi. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat tempat pengepul sampah. Sebagian juga digunakan untuk bahan membuat kerajinan tas, dompet yang berbahan dari plastik (recycle). Ada juga barang sampah yang sekiranya bisa diperbaiki (reuse) dijual terpisah, seperti spare part onderdil sepeda onthel, kipas angin, aki, dan lain-lain.

Hingga saat ini, Bank Sampah Mutiara Sari mencatat total nasabah yang sudah bergabung sebanyak 50 orang. Ada beberapa sekolah dan kantor yang sudah diajak bekerja sama untuk menjadi nasabah bank sampah, agar sampah mempunyai nilai ekonomi dan tidak sia-sia hanya dibuang atau dibakar begitu saja, yang dapat menimbulkan polusi dan mengganggu lingkungan.

Kartu tabungan dan administrasi bank sampah (foto : agus)

Terkait masalah sampah, pemerintah sedang menggalakkan program mengurangi penggunaan sampah plastik atau reduce. Akan tetapi yang terjadi di masyarakat sampai saat ini masih sulit mengurangi sampah plastik. Selain berusaha memberikan edukasi agar mengurangi penggunaan plastik, bank sampah juga berusaha mengelola sampah plastik agar tidak dibuang atau dibakar sembarangan, akan tetapi dikelola agar mempunyai nilai ekonomi (reduce, reuse dan recycle).

Diharapkan dengan adanya Bank sampah ini tujuannya tidak hanya untuk finansial uang saja, tapi membantu warga masyarakat semakin ada kepedulian lingkungan sekitarnya agar bersih, rapi, indah dan sehat. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna.

Bank sampah juga bertujuan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah, meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga belajar gemar menabung. Sedikit sedikit lama lama menjadi bukit. Lingkungan bersih sehat rapi indah dan belajar gemar menabung bersama Bank Sampah Mutiara Sari, Kismantoro, Wonogiri. [agus]