kismantoro.com, KISMANTORO–Bagus Setyo Utomo, Koordinator PLKB Kecamatan Kismantoro melaksanakan pendampingan dan monitoring kegiatan pembuatan fermentasi pakan ternak yang dipraktekkan langsung dirumah salah satu penduduk, Gito, warga dusun Ngroto, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro pada Kamis (13/02), kemarin.

Bagus mengatakan bahwa kegiatan pendampingan dan monitoring pembuatan pakan ternak tersebut, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, melalui terobosan pakan ternak dengan sistem fermentasi menggunakan segala macam daun, bekatul dan menggunakan mikro organisme.

Pakan hasil fermentasi sebanyak satu tong bisa digunakan untuk 5 ekor kambing dan 2 ekor sapi sehari (foto : rey)

“Pakan ternak proses fermentasi dapat digunakan atau jadi setelah tujuh hari”, ujar Bagus.

Melalui terobosan pembuatan pakan ternak dengan sistem fermentasi tersebut akan memudahkan para peternak dalam penyediaan pakan, hal ini dikarenakan para peternak dapat menentukan sendiri berapa banyak jumlah pakan yang ingin diproduksi.

Gito sebagai nara sumber yang sudah menerapkan pakan fermentasi sejak dua tahun silam ini menjelaskan, bahwa pembuatan pakan fermentasi tersebut cukup mudah.

“Untuk membuat fermentasi pakan ternak cukup mudah dan gampang. Peternak cukup menyediakan bahan baku berupa daun yang telah dipotong, air, gula, tetes tebu, garam, mikro organisme dan bekatul”, jelas Gito.

“Kemudian semua bahan diaduk hingga merata, setelah bahan tercampur masukkan kedalam tong atau ember tertutup rapat jangan sampai terkena panas matahari”, lanjutnya.

“Tunggu sampai tujuh hari, usai melalui proses fermentasi, pakan ternak tersebut sudah bisa digunakan,” terangnya.

Praktek pembuatan pakan fermentasi di desa ngroto (foto : rey)

Sementara itu, Bagus Setyo Utomo berharap, kegiatan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga peternak.

“Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan kepada warga yang sudah terbentuk kelompok ditiap-tiap RT sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh para peternak”, ujar Bagus.

“Dengan cara fermentasi ini bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya, mau memberi makan tinggal ambil dipersediaan”, pungkas Bagus.

Jadi, pada saat musim kemarau tidak lagi peternak sapi dan kambing kesulitan untuk memberi pakan peliharaan mereka. [rey]