kismantoro.com, KISMANTORO–Program Keluarga Harapan merupakan satu-satunya program bantuan sosial dari pemerintah yang memiliki syarat tertentu dan ada pendampingannya dari Pendamping Sosial PKH. Dengan begitu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH tidak serta merta menerima dana bantuannya saja, namun ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, dan juga ada sanksi jika kewajibannya tidak dipenuhi. Peraturan ini diberlakukan agar KPM bisa menjadi disiplin dan diharapkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku KPM itu sendiri.

Tak hanya bantuan dana yang diterima oleh KPM PKH namun masih banyak manfaat lain yang diterima diantaranya; menerima manfaat melalui P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga). Materi P2K2 ini rutin diberikan oleh Pendamping Sosial PKH setiap bulannya, yang diharapkan bisa mengubah perilaku KPM yang lebih mandiri. Diharapkan disamping bantuan dana, mindset mereka dari ketergantungan harus diubah menjadi mandiri lahir batin. Harapannya mereka mandiri dan lepas dari kepesertaan PKH.

Hal yang penting adalah upaya untuk merubah mindset dari KPM dalam melihat Program Keluarga Harapan. Persepsi yang salah terkadang muncul di masyarakat baik yang KPM PKH maupun Non KPM PKH, mereka ingin untuk menjadi KPM PKH walaupun tidak memenuhi kualifikasi. Dianggapnya tidak ada syarat seperti wajib hadir mengikuti kegiatan pertemuan kelompok yang dikemas dengan istilah P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga). Materi P2K2 yang disampaikan untuk edukasi ke KPM PKH di antaranya , modul pendidikan dan pengasuhan anak, modul ekonomi, modul kesehatan, modul perlindungan anak, modul perlindungan penyandang disabilitas dan modul kesejahteraan.

Pertemuan dan pendampingan P2K2 oleh petugas pkh kismantoro (foto : agus)

Berbekal materi dan peralatan P2K2 FDS baik buku modul, flipcart, buku pintar, brosur, laptop, alat peraga dan lainnya, P2K2 bisa langsung dilaksanakan oleh Pendamping Sosial PKH pada pertemuan kelompok masing-masing penerima PKH di semua Desa Kelurahan di Kecamatan Kismantoro. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pendamping Sosial PKH pada kelompoknya yang telah dibentuk dengan menyampaikan  berbagai materi yang ada di modul P2K2, yang sebelumnya sudah diberikan pelatihan diklat FDS dari Kementerian Sosial RI.

Setiap modul berisi beberapa bahasan sesi. Setiap sesi memiliki alokasi waktu rentangan penyampaian satu jam sampai dua jam. Membekali edukasi kepada KPM Program Keluarga Harapan sesekali disisipi permainan edukasi atau ice breaking untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan.  Ada beberapa materi dalam P2K2 diantaranya;

  1. Pendidikan dan pengasuhan anak. Dengan diberikannya materi ini diharapkan agar KPM bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi, dan dapat mengubah pola asuh anak. Karena biasanya anak-anak dari keluarga miskin pengasuhan dan pendidikannya kurang diperhatikan. Selain itu berkat adanya P2K2 tak sedikit juga KPM yang merasakan manfaatnya, dengan dibekali materi pengasuhan dan pendidikan anak, orang tua lebih memperhatikan pendidikan anak sehingga banyak anak dari KPM PKH yang berprestasi di sekolahnya.
  2. Ekonomi, berkaitan dengan cara mengelola keuangan dan memulai usaha. Sebagian besar penerima PKH kesulitan dalam mengelola keuangan sehingga tak sedikit dari mereka yang terlibat hutang. Harapannya dengan dibekali materi ini KPM dapat lebih bisa mengatur keuangan dan bisa memulai usaha kecil. Diharapkan bisa merubah mindset dari konsumtif jadi produktif. Ubah pola pikir konsumtif menjadi yang lebih produktif.
  3. Kesehatan, banyak keluarga yang kurang peduli dengan adanya posyandu rutin, pengecekan kehamilan, dan kebersihan lingkungan. Dengan diberikannya materi ini diharapkan dapat membangun kesadaran KPM akan pentingnya kesehatan sejak dini.
  4. Perlindungan Anak, Perlindungan Penyandang Disabilitas dan Kesejahteraan Lansia. Dengan diberikannya materi ini diharapkan KPM PKH lebih memperhatikan kesejahteraan penyandang disabilitas dan lansia, juga memperhatikan tentang perlindungan anak seperti pencegahan kekerasan terhadap anak, penelantaran dan eksploitasi terhadap anak
Pertemuan dan pendampingan P2K2 oleh petugas pkh kismantoro (foto : agus)

Diharapkan kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) ini dapat membangun suatu generasi lebih baik, sehat dan cerdas serta lebih berdaya guna. KPM PKH pada saat pertemuan tidak sedikit yang membawa buku catatan dan alat tulis untuk mencatat materi penting yang disampaikan oleh pendamping PKH. Durasi waktu selama satu sampai dua jam keluarga penerima manfaat memperhatikan materi yang diberikan. Bahkan keluarga penerima manfaat mempraktikkan materi yang disampaikan oleh pendamping.

Tak sedikit KPM yang merasakan manfaatnya diberikannya materi P2K2 PKH. Berkat adanya pembekalan materi ekonomi dan upaya pemberdayaan ekonomi banyak KPM yang sudah memiliki usaha  kecil-kecilan. Bahkan tak sedikit KPM yang  graduasi mandiri. Maksud dari graduasi mandiri adalah mengundurkan diri dari kepesertaan PKH karena KPM tersebut sudah mampu. Bahkan sampai saat ini jumlah KPM PKH Kecamatan Kismantoro yang sudah graduasi mandiri berjumlah 105 Keluarga.

Keberhasilan mengubah mindset Penerima Manfaat PKH ini tak lepas dari peran Pendamping Sosial PKH dan juga bekerja sama dengan seluruh pihak Desa/Kelurahan dan Kecamatan, yang senantiasa terus memberikan motivasi kepada semua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH untuk keluar dari zona kemiskinan, baik dengan cara pemberdayaan ekonomi maupun memberikan semangat untuk terus bekerja.

Pertemuan dan pendampingan P2K2 oleh petugas pkh kismantoro (foto : agus)

Setiap pertemuan rutin bulanan dan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) kita selalu mendorong kepada para KPM untuk terus bekerja agar tidak ketergantungan dari bantuan pemerintah, yang sudah cukup sejahtera disarankan untuk mengundurkan diri dari Penerima Manfaat PKH agar memberikan kesempatan warga lain yang lebih membutuhkan. Dengan adanya PKH di Kismantoro sudah terlihat adanya peningkatan kesadaran orang tua dalam turut berpartisipasi dalam bidang kesehatan dan pendidikan di tempat pelayanan faskesdik terdekat. Ibu hamil, ibu balita, keluarga lansia sudah mulai rutin berkunjung ke PKD/Pustu/Posyandu di lingkungannya.

Orang tua sudah mulai merubah pola pikir dengan memperhatikan anak-anaknya bersekolah sampai jenjang SMP/MTS/sederajat bahkan sampai jenjang SMA/SMK/MA/sederajat. Sehingga sesuai dengan tujuan PKH yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengubah pandangan, sikap, serta perilaku KPM PKH untuk lebih dapat mengakses layanan kesehatan dan pendidikan yang nantinya diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan.

Tujuan tersebut adalah tujuan jangka panjang yang memerlukan pendampingan program secara rutin dan fokus agar bisa terwujud sumber daya manusia yang berkualitas anak-anak KPM PKH menjadi pintar dan sehat sehingga bisa hidup lebih baik di masa mendatang. Suatu program akan dirasa berhasil jika memang membuahkan hasil, dan saya rasa PKH sudah terlihat keberhasilannya dalam upaya memutus rantai kemiskinan. Semoga kedepannya semakin banyak KPM yang graduasi mandiri. Salam PKH, KEMENSOS Hadir. [agus]